Biaya & Anggaran
12 Cara Hemat Pengeluaran di Makkah & Madinah yang Terbukti Berhasil
Umroh bukan liburan — tapi bukan berarti Anda harus boros. Setelah mengumpulkan pengalaman dari puluhan jamaah mandiri, ini 12 cara nyata yang terbukti menghemat tanpa mengorbankan kekhusyukan ibadah.
1
Makan di warung Indonesia, bukan restoran hotel
Di sekitar Masjidil Haram banyak warung makan Indonesia dengan harga SAR 10–20 per porsi nasi lengkap. Restoran hotel bisa 3–5x lebih mahal untuk makanan yang sama.
2
Jalan kaki untuk jarak di bawah 1,5 km
Cuaca di Makkah bisa panas, tapi banyak jalur ber-AC antara hotel dan Masjidil Haram. Jalan kaki menghemat Rp 50–150 ribu per trip vs naik Uber.
3
Gunakan Haramain Express untuk Makkah–Madinah
SAR 55 (ekonomi) vs SAR 200+ untuk taksi privat. Beli tiket online di hhr.com.sa jauh hari lebih murah dari loket.
4
Bawa botol minum dan isi dari dispenser Zamzam gratis
Air Zamzam tersedia gratis di dalam dan sekitar Masjidil Haram. Anda tidak perlu beli air mineral sama sekali selama di Makkah.
5
Tukar uang di money changer, bukan bandara
Kurs di bandara bisa 3–5% lebih buruk. Tukar secukupnya untuk transport awal, lalu tukar sisanya di money changer kota Makkah yang kursnya jauh lebih kompetitif.
6
Pakai e-SIM lokal, bukan roaming
e-SIM Saudi (Stc, Mobily, Zain) bisa dibeli dari Indonesia sebelum berangkat, harga SAR 30–50 untuk data 30 hari. Roaming dari Indonesia bisa 10x lebih mahal.
7
Belanja oleh-oleh di luar kawasan hotel bintang 5
Harga kurma, tasbih, dan sajadah di toko-toko sekitar Masjidil Haram area lama bisa 30–50% lebih murah dari toko-toko di dalam kompleks Abraj Al-Bait.
8
Hindari ziarah dengan taksi privat seharian
Sewa taksi seharian untuk ziarah bisa SAR 300–500. Cari grup ziarah bersama — bisa patungan dengan jamaah lain dan hemat 60–70%.
9
Booking hotel jauh hari via Trip.com
Harga hotel di Makkah bisa naik 200–400% mendekati tanggal keberangkatan, terutama mendekati akhir pekan. Booking 2–3 bulan sebelum = penghematan signifikan.
10
Manfaatkan makanan gratis di masjid
Saat waktu buka puasa atau acara tertentu, warga Saudi dan dermawan lokal sering membagikan makanan gratis di area Masjidil Haram. Ini rezeki yang sayang dilewatkan.
11
Bawa obat-obatan dari Indonesia
Obat di apotek Saudi bisa 3–5x lebih mahal dari Indonesia. Bawa paracetamol, obat maag, vitamin C, dan obat diare yang cukup untuk durasi perjalanan.
12
Tetapkan batas belanja oleh-oleh sebelum berangkat
Ini yang sering dilupakan. Banyak jamaah yang rencana biayanya jebol bukan karena tiket atau hotel — tapi karena belanja oleh-oleh tanpa batas. Tentukan angkanya sebelum berangkat dan patuhi.